Kondisi Fisik Sungai Jajar

Morfologi

Morfologi daerah pengaliran sungai secara keseluruhan merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian 0-6 m dari permukaan laut. Di daerah hulu sebagian lahannya berupa permukiman dan persawahan tadah hujan. Sedangkan pada bagian hilir sebagian besar daerahnya berupa permukiman dan sawah irigasi teknis. Pada beberapa tempat dijumpai tebing sungai maupun tanggul yang longsor serta penampang sungai yang mengalami penyempitan dan pendangkalan akibat sedimentasi. Khusus di bagian hulu bendung gerak maupun bendung karet terdapat tanaman gulma (eceng gondok) yang juga menyebabkan pendangkalan dan memperkecil penampang sungai. Dengan luas DAS 312,344 km² dan panjang sungai 64 km, DAS Jajar mempunyai karakter yang spesifik dengan bentuk DAS sempit di daerah hilir, dan melebar pada bagian tengah, kemudian diteruskan ke hulu. Pembagian Sub DAS Jajar secara umum dibagi menjadi 10 (sepuluh) Sub DAS, yaitu :

 

Topografi

Kemiringan dasar sungai jajar yaitu rata-rata 0,0023 dengan lebar sungai rata-rata antara 40-80 m, dan kedalaman rata-rata 4,0 m. Daerah aliran sungai Jajar mempunyai karakter yang spesifik dengan bentuk DAS sempit di daerah hilir, dan melebar pada bagian tengah, kemudian diteruskan ke hulu.

 

Klimatologi

Kondisi iklim di daerah studi mempunyai karakteristik temperatur sedang, kelembaban udara tinggi, dan curah hujan rendah sampai sedang. Temperatur rata-rata sekitar 24-26°C dan kelembaban udara relatif rata-rata 89,97%. Musim kemarau terjadi pada bulan April-September, sedangkan musim penghujan terjadi pada bulan September-Maret. Arah angin pada musim kemarau dari arah tenggara barat laut, dan musim penghujan dari arah barat laut tenggara.

 

Hidrologi

Daerah Aliran Sungai Jajar mempunyai karakter yang spesifik dengan bentuk DAS. DAS sempit di daerah hilir, dan melebar pada bagian hulu. Bagian hulu DAS Jajar masih termasuk wilayah pegunungan kapur yang mempunyai nilai hujan tahunan yang cukup tinggi, berkisar antara 2000-3000 mm per tahun. Hujan harian maksimum per tahun rata-rata adalah 118 mm/hari yang terjadi antara bulan November sampai Februari. Secara hidrologis, debit air Sungai Jajar pada musim penghujan cukup tinggi, sedangkan pada msusim kemarau terdapat aliran air meskipun relatif kecil. Keberadaan debit air di sungai Jajar ini tidak terlepas dari aliran masuk (return flow) dari daerah pengalirannya yang sebagian besar berupa areal persawahan.

 

Litologi

Adapun kondisi Sungai Jajar pada bantarannya terdapat sedimentasi yang perlu mendapatkan penanganan berkala. Hal ini terjadi karena memiliki tanah yang sedikit berlumpur menyebabkan pendangkalan sungai yang ditunjukan dari perubahan bentuk sungai yang awalnya berbentuk V menjadi U akibat sedimentasi. Sedimentasi ini juga mengakibatkan bantaran sungai bagian kanan dan kirinya semakin dekat sehingga lebar sungai semakin berkurang.

 

Kondisi Alur Sungai

Secara morfologis segmen alur sungai dibagi menjadi tiga bagian, yaitu  hulu (upstream), tengah (middle stream), hilir (downstream). Berikut ini adalah penjelasan tentang masing-masing segmen :

1.  Bagian hulu (upstream)

Bagian hulu sungai jajar membentuk alur membelok dan membentuk anak sungai yang meranting (dendritik) dengan bentuk penmpang peralihan V ke bentuk U, lebar sngai antra 5-20m. Kemiringan lereng (Slide slope) cukup terjal namun stabilitasnya cukup baik. Kemiringan sungai mencapai 0,003 sehingga aliran relatif besar. Terdapat banyak cabang anak sungai. Indikasi kerusakan pada upstrem terlihat pada banyaknya sedimen yang tertangkap di bendung gerak jajar.

2.  Bagian tengah (middle stream)

Bagian ini merupakan peralihan dari hulu ke bagian hilir. Kemiringan sungai relatif lebih landai dibanding daerah hulu sehingga kecepatan aliran  lebih kecil. Bagian ini merupakan daerah terjadinya sedimentasi akibat aliran dari daerah hulu. Profil penampang sungai sudah mendekati bentuk U dengan keadaan  tanggul yang sebagian roboh, serta ditumbuhin semak-semak. Lebar sungai antara 20-40m.

3.  Bagian hilir (down stream)

Bagian ini merupakan bagian akhir dari alur sungai, dimana aliran sungai jajar bermuara di Laut Jawa. Dalam proses pengaliran pada bagian ini dipengaruhi oleh pasang surut air laut sehingga kecepatan aliran tergantug pada proses aliran tersebut. Kecepatan aliran di hilir juga dipengaruh oleh kemiringan yangsangat landai, ketidak seimbangan proses agradasi dan degradasi. Pola aliran cenderung membelok dan lurus (rectangular).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s