Kondisi Non Fisik Sungai Jajar

Kondisi non fisik pada bantaran Sungai Jajar adalah berupa aktivitas-aktivitas yang dilakukan di sepanjang Sungai Jajar tersebut. Baik berupa pemanfaatan air secara langsung, maupun pemanfaatan di bantarannya.

 

Pemanfaatan Sungai Jajar

  • Sungai untuk sumber kehidupan

Sungai Jajar yang berlokasi di wilayah Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan. Secara keseluruhan kondisi Sungai Jajar adalah pada daerah dataran rendah. Pemanfaatan air dari Sungai Jajar saat ini antara lain adalah untuk air baku PDAM Kabupaten Demak, serta air irigasi untuk Daerah Irigasi (DI) Bonangrejo dan Jatirogo. Selain itu dijumpai pompa-pompa pengambilan air, seperti di daerah Wonosari untuk mengairi areal persawahan pada daerah irigasi Sedadi dengan kapasitas yang cukup besar.

Tidak hanya air sungai Jajar yang dimanfaatkan, akan tetapi kekayaan yang ada di dalamnya yakni ikan-ikan sungai. Setiap hari pasti dapat dijumpai nelayan yang menggunakan kapal kecil dari hilir menuju ke arah hulu untuk menangkap ikan sebagai tambahan kebutuhan sehari-hari masyarakat di kawasan bantaran sungai.

  • Sungai sebagai tempat olahraga

Selain untuk sumber air minum bagi masyarakat setempat, terdapat manfaat lain yang memberikan dampak positif bagi masyarakatnya. Seperti sebagai sarana olahraga, serta menyalurkan hobi. Sungai jajar digunakan sebagai olahraga air oleh bebarapa masyarakat di sekitar sungai jajar.  Olahraga tersebut menggunakan kano yang biasanya dilakukan pada sore hari. Selain olahraga kano ada juga olahraga yang menggunakan sungai tersebut, seperti aktivitas memancing, yang  dilakukan oleh masyarakat baik tujuannya untuk mengisi waktu luang maupun sudah menjadi kebiasaan masyarakat.

  • Aktivitas di Bantaran Sungai Jajar

Pemanfaatan bantaran sungai jajar dapat dibedakan menjadi 2 yakni pemanfaatan yang bersifat permanen maupun yang bersifat sementara. Pemanfaatan yang permanen misalnya adalah untuk permukiman, jalan. Karena pemanfaatan untuk permukiman dan jalan bersifat menerus atau tetap tidak berpindah. Sedangkan pemanfaatan yang bersifat sementara adalah seperti pedagang-pedagang kaki lima yang menggunakan lahan kosong bantaran sungai jajar. Dalam jangka panjang, pemanfaatan bantaran sungai tersebut bisa menimbulkan permasalahan lingkungan seperti terkontaminasi dengan limbah-limbah rumah tangga maupun sampah yang dihasilkan oleh adanya aktivitas tersebut. Berdasarkan kuesioner  terhadap pedagang kaki lima, masyarakat di kawasan bantaran sungai menggunakan lahan di bantaran dikarenakan lahan di pusat kota sangat mahal sedangkan masyarakat di kawasan bantaran sungai tidak perlu  membayar untuk lahan di bantaran.

Meskipun pemerintah telah memberikan larangan untuk tidak menggunakan sungai sebagai tempat pembuangan sampah dan MCK, tetap ada pelanggar peraturan. Hal itu dikarenakan adanya pemanfaatan bantaran sebagai tempat bermukim dan berdagang dan perilaku masyarakat yang belum sadar akan kecintaan terhadap lingkungan sungai jajar. Sehingga menjadi sebuah permasalahan yang harus ditangani dan dijadikan sebagai pendukung hal hal lain yang menjadi potensi.

Hal tersebut misalnya adalah aktivitas agrowisata yang ada di bantaran sungai jajar  Meskipun pemerintah telah memberikan larangan untuk tidak menggunakan sungai sebagai tempat pembuangan sampah dan MCK, tetap ada pelanggar peraturan. Hal itu dikarenakan adanya pemanfaatan bantaran sebagai tempat bermukim dan berdagang dan perilaku masyarakat yang belum sadar akan kecintaan terhadap lingkungan sungai jajar. Sehingga menjadi sebuah permasalahan yang harus ditangani dan dijadikan sebagai pendukung hal hal lain yang menjadi potensi, tepatnya di Desa Betokan.  Agrowisata merupakan salah satu aktivitas yang memanfaatan lingkungan dan pasti memerlukan adanya campur tangan yang positif oleh masyarakat setempat maupun pengunjung. Seperti perilaku sadar kebersihan dan peduli terhadap lingkungan khususnya di bantaran sungai.  Meskipun pemerintah telah memberikan larangan untuk tidak menggunakan sungai sebagai tempat pembuangan sampah dan MCK, tetap ada pelanggar peraturan. Hal itu dikarenakan adanya pemanfaatan bantaran sebagai tempat bermukim dan berdagang dan perilaku masyarakat yang belum sadar akan kecintaan terhadap lingkungan sungai jajar. Sehingga menjadi sebuah permasalahan yang harus ditangani dan dijadikan sebagai pendukung hal hal lain yang menjadi potensi.

Bangunan Pengendali Banjir dan Persungaian

Pembinaan sungai berupa bangunan – bangunan pengendalian banjir maupun prasarana lainnya yang ada dari bagian hulu sungai sampai dengan muara adalah sebagai berikut :

a.  Bagian Hulu

Pada bagian hulu, bangunan pengendali banjir dan persungaian terdiri dari tanggul dan jembatan bambu.

b.  Bagian Tengah

Terdapat beberapa jembatan permanen dan Bendung Gerak Kadilangu pada ruas tengah, beserta beberapa revertment pelindung abutment. Bendung gerak ini berguna untuk irigasi sawah-sawah teknis, dan juga sebagai pengendali banjir. Di dekat bendung juga terdapat pintu air yang dapat difungsikan sebagai floodway bila debit yang melewati bendung melebihi kapasitas debit bendung.

c.  Bagian Hilir

Terdapat banyak pintu air pada bagian hilir yang digunakan untuk irigasi dan saluran air baku untuk PDAM. Bendung karet Jatirogo juga berada pada bagian ini. Bendung ini difungsikan untuk irigasi pedesaan di Jatirogo. Di sepanjang sungai juga dilindungi oleh tanggul-tanggul pengendali banjir.

Bahaya Geologi

Karakteristik Sungai Jajar yang saat ini mengalami perubahan fungsi dan kapasitas tersebut mengakibatkan dampak yang cukup besar. Pada saat tahun 2009 disaat curah hujan tinggi terjadi banjir di beberapa tempat, khususnya di sepanjang aliran yang melewati daerah Kecamatan Dempet hingga Wonosalam, Demak. Banjir yang melanda wilayah tersebut cukup parah, karena air yang melimpas ke permukiman dan persawahan mencapai tinggi sekitar 60-100 cm. Hal ini menyebabkan aktivitas warga di daerah tergenang terganggu dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit akibat permukiman dan persawahan terendam. Untuk mengatasi permasalahan banjir yang terjadi setiap tahunnya, diperlukan perbaikan untuk mengendalikan banjir di Sungai Jajar tersebut. Beberapa permasalahan pokok yang menyebabkan terjadinya banjir di Daerah Aliran Sungai Jajar ini secara garis besar disebabkan oleh :

  1. Curah hujan di daerah hilir lebih tinggi daripada hulu. Misalnya pada tahun 2008, curah hujan maksimum tahunan di hilir (Sta. Jebor) 89 mm, di hulu (Sta. Wedoro) 68 mm.
  2. Pengaruh air balik terjadi pada saat pasang air laut. Efek air balik dari laut mengakibatkan perambatan air banjir di Sungai Jajar. Kenaikan muka air mengakibatkan saluran – saluran pembuangan yang ada tidak dapat membuang air ke dalam alur sungai.
  3. Penyempitan alur Sungai Jajar, yang menyebabkan berkurangnya kapasitas penampang sungai untuk mengalirkan debit banjir.
  4. Pendangkalan alur sungai yang mengakibatkan berkurangnya kapasitas penampang sungai untuk mengalirkan debit banjir.
  5. Penumpukan sampah dan gulma (eceng gondok) yang menyebabkan terhambatnya aliran air.
  6. Pendangkalan di muara Sungai Jajar.
  7. Kerusakan tebing Sungai Jajar, sehingga mengakibatkan air banjir melimpas dan menggenangi rumah penduduk dan persawahan.
  8. Alih fungsi daerah genangan menjadi lahan penanaman pohon jambu di sepanjang bantaran sungai Desa Kadilangu sampai dengan Kecamatan Wonosalam. Hal ini menyebabkan berkurangnya daerah genangan, karena pengusahaan tanaman yang memiliki daya tahan besar, sehingga mengurangi kapasitas alur sungai dan kelancaran aliran.

Namun pada tahun-tahun terakhir ini sungai jajar sudah mulai dapat dikendalikan luapan airnya dengan menggunakan pintu air alat bantu pengendali banjir sehingga sudah jarang terjadi banjir di wilayah tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s