Kondisi Non Fisik

Demografi

Kondisi kependudukan meliputi struktur penduduk menurut jenis kelamin, kepadatan penduduk, struktur penduduk berdasarkan mata pencaharian dan tingkat pendidikan. Pada tahun 2009, jumlah penduduk Kabupaten Demak sebanyak 1.085.983 jiwa, dengan rincian perkecamatan sebagai berikut:

Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa persentase persebaran penduduk paling banyak terdapat di kecamatan Mranggen sebanyak 154.765 jiwa, sedangkan jumlah penduduk terkecil yaitu di kecamatan Kebonagung sebanyak 37.732 jiwa.

Perekonomian

Angka pertumbuhan perekonomian Kabupaten Demak dapat dilihat dari angka PDRB Kabupaten tersebut. Berikut merupakan tabel PDRB atas harga konstan pada tahun 2006-2008.

Pendapat daerah regional Kabupaten Demak paling besar dari tahun 2006-2010 adalah sektor pertanian yaitu berurutan sebesar 1.099.489 juta rupiah, 1.129.882 juta rupiah, 1.176.842 juta rupiah, 1.226.312 juta rupiah, dan 1.259.938 juta rupiah dan mencapai lebih dari 44%. Nilai PDRB tertinggi kedua adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran. Sektor pertanian di Kabupaten Demak dikenal sangat subur, hal ini dapat dilihat dari total penggunaan lahan untuk kegiatan pertanian adalah sekitar 48.947 ha. Sektor lain yang memberikan sumbangan terbesar adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor jasa-jasa serta sektor industri pengolahan dengan sumbangan mencapai 17,99%, 11,6% dan 9,5% setiap tahun. Kontribusi terkecil diberikan oleh sektor pertambangan dan penggalian yang memberikan kontribusi kurang dari 1%.

Pertumbuhan PDRB dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dan mengalami laju pertumbuhan positif, hal ini menunjukkan semakin baiknya seluruh sektor ekonomi di Kabupaten Demak. Sektor perdagangan, hotel dan restoran mengalami laju pertumbuhan positif berarti besarnya peluang untuk menjadi sarana atau media untuk menumbuhkan aspek perekonomian dan pertumbuhan Kabupaten Demak.

Sosial dan Budaya

a.  Sosial

Keberhasilan mutu pendidikan dipengaruhioleh beberapa hal diantaranya faktor pendidikan pendidikan dan sarana pendidikan yang dimiliki. Pada tahun ajaran 2010/2011 jumlah sekolah di Kabupaten Demak sebanyak 1.012 buah. Daya tampung sekolah terhadap banyaknya murid pada jenjang yang lebih tinggi cenderung lebih besar. Pada jenjang pendidikan SD atau sederajat rata-rat daya tampung tiap sekolah adalah 183 murid, untuk SLTP menampung 290 murid dan SLTA/sederajat menampung 193 murid tiap sekolah.

Beberapa indikator pendidikan memperlihatkan peningkatan di sektor pendidikan sepertin angka melek huruf yang mengalami peningkatan menjadi 91,36% dan rata-rata lama sekolah mencapai 7,59 tahun. Selain sektor pendidikan, tingkat kesehatan juga akan mempengaruhi aspek sosial masyarakat yang ada. Pengobatan yang dirasakan masyarakat berupa pengobatan sendiri maupun menggunakan fasilitas kesehatan yang ada. Pada tahun 2010, fasilitas yang banyak digunakan oleh penduduk Kabupaten Demak untuk pengobatan penyakit yang dialami adalah layanan tempat praktek tenaga kesehatan dengan persentase 47,1%. Masyarakat lebih banyak menggunakan layanan ini karena jumlahnya lebih banyak dan tersebar sampai dengan setiap desa. Sebanyak 30,2% masyarakat memilih berobat jalan ke tempat praktek dokter dan 16,39% berobat ke puskesmas.

b.  Budaya

Kabupaten Demak merupakan kerajaan islam pertama dipulau jawa yang merupakan pusat penyebaran agama islam di pulau Jawa. Bukti peninggalan kerajaan islam ini yaitu berdirinya Masjid Agung Demak bernuansa islam yang sangat kuat karena merupakan bekas peristirahatan sembilan wali dan tempat bertukar pikiran tentang soal-soal keagamaan. Berkembangnya kegiatan pariwisata yang ada di Kabupaten Demak tidak lepas dari berkembangnya pusat perniagaan, lalu lintas ( berada pada jalur pantai utara jawa), Masjid Agung dan Makam Walijaga.

Sebagai kota islam yang sangat kuat, budaya yang berkembang di Kabupaten Demak ada beberapa budaya religi seperti : kesenian kentrung dan tari Zapin, kesenian barong dan kuda lumping, tradisi syawalan dan grebeg besar. Kesenian kentrung merupakan kesenian yang dimainkan pada saat hari-hari besar islam, kawinan, khitanan atau acara besar lainnya dengan berisikan cerita-cerita para nabi, wali serta lagu-lagu islam. Sedangkan tari zapin merupakan tarian rumpun melayu yang mendapat pengaruh dari arab yang bersifat edukatif dan menghibur, digunakan sebagai media dakwah islamiyah.

Kesenian Barong Demak menceritakan kaum ulama pada saat membuka hutan glagah wangi dengan khas pakainnya menonjolkan unsur batik khas pesisir. Selain itu ada juga tradisi swalayan atau sedekah laut yang selalu dilakukan masyarakat pesisir setiap bulan syawal dan budaya grebeg besar. Budaya Grebeg Besar ini dimulai dengan  pelaksanaan ziarah ke makam Sultan-Sultan Demak dan makam Kalijaga. Setiap prosesi upacara kebudayaan yang ada di Kabupaten Demak ditunjukkan dengan adanya unsur religi islamicnya sebagai salah satu kota islam yang sangat kuat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s