Kriteria Terukur

Kriteria terukur adalah kriteria dasar perancangan kota yang dapat diukur secara  kuantitatif,  yang  diperoleh  dari  pertimbangan-pertimbangan faktor fisik dasar, faktor ekonomi maupun faktor budaya. Kriteria  terukur ini dapat dibagi menjadi: kriteria lingkungan alami dan kriteria bentuk, massa dan intensitas bangunan (Hamid Shirvani, 1986, hal.133). Pengukuran ini terutama bentuk fisiknya  meliputi; tinggi, panjang, lebar dan ditujukan untuk mendapat ukuran tinggi bangunan, jarak bangunan, ruang terbuka dan sebagainya. Pertimbangan terhadap Floor Area Ratio (FAR) atau Floor Space Index (FSI)

FAR model Amerika (De Chiara and Koppleman, 1982, hal.594) maupun FSI model Inggris (Keeble, 1952, hal.8-3) mempunyai prinsip yang sama yakni:

“Perbandingan Total Luas Lantai dengan Total Luas Lahan atau Total Luas Lantai dibagi Total Luas Lahan”.

Hubungan  dengan ketinggian bangunan ada kaitannya  dengan Building  Coverage  (BC) yaitu  perbandingan  Luas Dasar dengan Total Luas Lahan,

Sedangkan Ketinggian bangunannya sebagai berikut:

Keterangan:

Ht     = Total tinggi bangunan

dH     = Rata-rata tinggi bangunan

Land  Use Intensity (LUI),  adalah  sistem dengan  skala  angka dirancang untuk mengukur intensitas penggunaan lahan dengan mengin-terpretasikan  Luas  Lantai dengan Luas Area. (Hanke, 1969, hal.8) Prinsip LUI merupakan perluasan FAR/FSI, karena didalamnya terdapat  perbandingan  ruang  parkir,  open-space,  ruang rekreasi, ruang simpan mobil terhadap Luas Lantai seluruhnya, diperoleh melalui rumus:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s