Panduan Rancang Kota (Urban Design Guidelines)

Panduan rancang kota merupakan alat pengendali yang menjamin diimplementasikannya rencana rancang kota dalam skala mikro dengan kualitas yang tinggi. Urban design guidelines berfungsi sebagai acuan dalam menentukan arahan perkembangan suatu kota atau wilayah, baik dari segi sosial, ekonomi, politik maupun budaya sehingga terbentuk citra spesifik suatu kota (Budihardjo, Sujarto, 1998 : 35). Panduan Rancang Kota (Urban Design Guidelines) setidaknya harus memiliki tujuan dan sasaran yang jelas, memuat isu terkait baik secara makro maupun mikro dan bersifat aplikatif (Shirvani, 1983:152). PRK memiliki fungsi-fungsi seperti mencegah adanya pelanggaran rancangan suatu kawasan, menciptakan keserasian, menjaga kualitas arsitektural, mengendalikan fungsi lahan dan wajah kota. Meski demikian PRK tetap flexible terhadap adanya perkembangan kota. Panduan Rancang Kota atau Urban Design Guidelines (US) dan Development Control Plan (Inggris) adalah ketentuan atau peraturan yang bersifat supplement. Karena sifatnya supplement maka Panduan Rancang Kota tidak diterapkan pada semua bagian wilayah kota. Berbeda dengan zoning regulation yang bersifat generik dan diberlakukan pada setiap jengkal lahan perkotaan, panduan ini hanya disusun untuk bagian-bagian wilayah kota yang termasuk dalam kategori overlay zone, yaitu suatu kawasan yang memiliki 2 atau lebih kepentingan yang berbeda. Panduan ini  merupakan penjabaran lebih lanjut dari rencana rinci kawasan yang telah disiapkan sebelumnya.

Panduan rancang kota akan merupakan pengarahan yang dapat menjadi pegangan bagi perencana kota, pengembang dan pemerintah untuk :

  • Menempatkan kegiatan bangunan serta bangun bangunan sesuai dengan fungsinya yang serasi seimbang, dan selaras dalam tatanan kota.
  • Dapat menjadi perangkat kendali bagi kawasan fungsional, bangunan serta bangun bangunan yang akan dibangun.
  • Menjadi pengarah di dalam peningkatan effisiensi pemanfaatan dan penggunaan lahan kota
  • Berperan di dalam menyelenggarakan pembangunan fisik kota yang seimbang dan lestari.

Ruang lingkup panduan Rancang Kota juga menyangkut suatu tinjauan atas Wilayah Tertentu Kota yaitu suatu bagian wilayah kota, kawasan atau lingkungan yang ditetapkan sebagai bagian wilayah, kawasan dan/atau lingkungan yang mempunyai nilai strategis yang diprioritaskan atau memerlukan kekhususan didalam penataannya (overlay zone). Panduan Rancang Kota Umum yang menyangkut kaitan wawasan kawasan perencanaan dengan Rencana Kota. Pada bagian ini dikemukakan keterangan mengenai hubungan fungsi kegiatan yang direncanakan sebagaimana yang ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RUTR) dan Rencana Tata Ruang Kawasan yang bersangkutan dengan kawasan perencanaan. Pada dasarnya bagian ini mengandung diskripsi tentang latar belakang pembangunan kegiatan fungsional tersebut serta kesesuaiannya dengan kebijaksanaan pembangunan kota di dalam RTRWK serta peruntukannya dalam rencana kawasan. Diskripsi khusus tentang kawasan fungsional yang direncanakan yang menyangkut :

  • Konsepsi dan rencana tapak
  • Konsepsi yang berkaitan dengan penyesuaian lingkungan  alami dan iklim mikro (penyinaran matahari, suhu, angin, hujan)
  • Konsepsi Tata Bangunan dan Bangun-bangunan termasuk aspek-aspek arsitektural dan kerekayasaan.
  • Konsepsi sirkulasi dan kemudahan pergerakan internal (dalam kawasan) dan eksternal (dengan luar kawasan dan dengan bagian wilayah dan kawasan fungsional lainnya)
  • Konsepsi ruang-ruang terbuka, ruang pemeliharaan dan ruang pengamanan.
  • Konsepsi kelengkapan lingkungan seperti lampu umum, rambu-rambu, dan tanda-tanda, tempat duduk umum, telepon booth, pemberhentian angkutan umum).

Panduan Rancang Kota pada Kawasan Perencanaan yang memberikan ketentuan tentang :

a. Pembagian umum fungsi-fungsi di dalam kawasan perencanaan.

b. Uraian ketentuan tentang setiap unsur pembentuk kawasan fungsional yang direncanakan yang menyangkut :

  • Hubungan fungsional dan perwujudan antara ruang dan massa bangunan dan bangun-bangunan kota, antar massa bangunan, antara massa bangunan dan jaringan pergerakan serta antara massa bangunan dan kawasan sekitar.
  • Penataan keserasian antara pola kehidupan masyarakat dengan lingkungan fisik serta kegiatan usahanya.
  • Fungsi dan tampilan unsur-unsur penunjang kawasan fungsional seperti kelengkapan jalan, rambu-rambu dan petunjuk, papan reklame dan nama di kawasan pusat kota, berbagai unsur tipikal kota, perletakan unsur-unsur dan struktur bernilai sejarah dan seni, monumen dan tengeran, ornamen dan pewarnaan kota (city colouring).
  • Penataan keserasian fungsi dengan unsur-unsur jaringan pergerakan yaitu antara kepentingn pergerakan pejalan kaki, kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor.
  • Penataan keserasian jaringan utilitas kota, jalur-jalur pemeliharaan dan pengamanan.
  • Penataan keserasian penghijauan kota sebagai pengindah kota, sebagai unsur preservasi atau unsur konservasi lingkungan.
  • Penciptaan unsur-unsur baik alami atau binaan yang akan menjadi identitas kota.
This entry was posted in UDGL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s