Urban Catalyst

Urban catalyst merupakan suatu cara untuk mempercepat suatu proses pertumbuhan kota melalui suatu aktivitas atau penggunaan kawasan dan kebijakan, sehingga mampu memberikan pengaruh positif bagi suatu wilayah.

Elemen Urban Catalyst

Mengandung proyek yang berkelanjuatan yang mempengaruhi pada struktur kota.

Menurut Stenberg (2002) kunci keberhasilan Urban Catalyst  :

  1. mampu membangkitkan aktivitas ekonomi dan social.
  2. Mampu menjadi lokasi pembentukan komersial (CBD) baik fungsi tunggal maupun campuran
  3. Memiliki rencana strategis mengenai pintu masuk dan keluar pada siatu kota sehingga mampu mendukung dan mambentuk pola pergerakan manusia.
  4. Mampu mempengaruhi perkembangan wilayah di sekitarnya.

Lima cara Urban Catalyst dalam mendorong perkembangan sekitarnya :

  1. Terjadi jika katalis berperan sebagai tujuan utama bagi orang-orang untuk mendatangi suatu wilayah dan memiliki daya tarik tersendiri sehingga mampu menciptakan aktivitas salah satunya aktivitas ekonomi ( adanya suppy demand )
  2. Memerlukan desain pengembangan yang tepat dan menarik secara fisik dan visual
  3. Pengembangan yang dilakukan mampu menarik pola pergerakan melalui penyediaan akses
  4. Karakteristik pengembangan harus terintegrasi dengan kebutuhan pengguna jalanmelalui penyediaan streetscape
  5. Pengembangan yang dilakukan harus melihat kondisi lokasi tersebut.

Faktor Kontekstual

Dalam urban catalyst  diperlukan analisis komprehensif dalam konteks proyeknya agar katalis perkotaan akan cocok dengan konteks fisik dan spasialnya. Terdapat 6 faktor dalam pertimbangan kontekstual, dalam kaitannya dengan perancangan dan pengembangan atau pembangunan dari proyek katalis tersebut. Faktor-faktor dalam pertimbangan kontekstual yaitu sebagai berikut

1.  Faktor morfologi

  • Fokus pada susunan tata letak dan bentuk jalan serta pola dari blok-blok perkotaan.
  • Dimensi morfologi dari public space harus harmonis dengan konfigurasi bentuk dan ruang perkotaan, yang digunakan untuk memahami struktur spasial dalam proyek katalis.
  • Contoh: kota-kota di Amerika, digolongkan menjadi konsentrasi dua system ruang perkotaan, yaitu tradisional dan modern. Pada system ruang perkotaan tradisional, ruang-ruangnya biasanya dibatasi dan dikelilingi oleh blok-blok dengan mayoritas pembangunan blok adalah bangunan-bangunan gedung. Sedangkan system modern, bangunan-bangunan berdiri bebas yang terletak pada suatu landscape. Dalam perkembangannya terdapat dua kunci utama, pertama: bangunan-bangunan sebagai elemen blok perkotaan yang terdiri dari jalan-jalan dan squares (public spaces), bangunan-bangunan yang berdiri bebas diletakkan di ruang kosong sebagai karakter public space, kedua: jaringan-jaringan jalan menyatukan seluruh kota.

2.  Faktor persepsi

  • Sebagai respon terhadap pengamatan, pemahaman, dan pengertian terhadap lingkungan perkotaan.
  • Dimensi persepsional dari rancangan kota yaitu dalam kaitannya dengan kesadaran dan apresiasi seseorang terhadap suatu tempat.
  • Biasanya persepsi paling dominan adalah persepsi visual.
  • Jadi, dimensi persepsi terdiri dari: dimensi visual, non-visual, persepsional, kognitif (akal pikir), afektif (perasaan), interpretative, dan evaluative.
  • Pembangunan katalistik dapat dipahami secara jelas sehingga masyarakat punya gambaran yang jelas bagaimana proyek pembangunan kota tersebut.

3.  Faktor sosial

  • Dalam kaitannya dengan permasalahan-permasalahan kunci dalam hubungan antara ruang kota dengan masyarakat.
  • Hubungan social dapat dibentuk dan dibangun dengan ruang sehingga perancang kota dapat mempengaruhi pola aktivitas masyarakat dengan membentuk pola-pola pembangunan dalam lingkungan perkotaan.
  • Focus terhadap hubungan masyarakat dengan ruang, serta konsep jangkauan public dan kehidupan public.
  • Jadi, pilihan-pilihan keputusan yang diambil oleh masyarakat sangat dipengaruhi oleh lingkungan mereka, dimana proyek katalis harus direncanakan secara strategis berdasarkan aktivitas-aktivitas dan pengaturan aktivitas tersebut.
  • Proyek katalis harus menyediakan ruang-ruang public.
  • Jalan dan public space harus dirancang untuk mengutamakan aliran pergerakan antara pembangunan katalistik dengan menyediakan ruang sebagai koridor pergerakan, dengan ruang sebagai tempat masyarakat berinteraksi

4.  Faktor visual

  • Menurut Carmona, apresiasi estetika terdiri dari visual dan kinestetik, dan harus disediakan dalam proyek rancangan urban catalyst.
  • Kesadaran visual merupakan hasil pengaruh dari persepsi dan kognitif dimana memunculkan perasaan terhadap lingkungan dan seberapa berartinya lingkungan tersebut bagi kita.
  • Lima atribut tempat-tempat yang disukai yaitu mengandung unsure natural, terawat, tetap ada unsure keterbukaan, teratur, dan punya unsure historis.

5.  Faktor fungsional

  • Urban design sebagai proses perancangan karena criteria rancangan harus sesuai dengan respon rancangan.
  • Dimensi fungsional yaitu bagaimana tempat bekerja dan bagaimana perancangan kota dapat membuat ruang menjadi lebih baik.
  • Kesuksesan suatu tempat dipengaruhi oleh kemampuan memfasilitasi aktivitas.
  • Lima factor kepuasan dalam public space yaitu kenyamanan (meliputi kenyamanan lingkungan, fisik, social, dan psikologis), relaksasi, hubungan aktif, hubungan pasif, dan keterbukaan.
  • Katalis harus merangkul semua kegiatan yang ada.

6.  Faktor temporal

  • Rancangan kota harus memahami pola-pola aktivitas dan cara mendukung aktivitas-aktivitas tersebut dalam waktu-waktu yang berbeda.
  • Infrastruktur harus terintegrasi untuk menciptakan sinergi dalam lingkungan perkotaan.
  • Katalis harus dapat mengakomodasi perubahan dengan tetap mempertahankan kepentingannya dan mengikuti dinamika perubahan lingkungan perkotaan, yaitu dengan cara mixed-use.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s