Analisis Kelayakan

Analisis kelayakan merupakan langkah evaluasi proyek yang dilakukan sebelum proyek ini dilakukan. Fungsi dari analisis ini adalah untuk mengetahui apakah proyek-proyek yang akan dilaksanakan mempunyai manfaat ataupun keuntungan dimasa yang akan datang. Analisis ini terdiri dari dua macam, yaitu Analisis Sosial (Social Analysis) dan Analisis Finansial (Financial Analysis).

 

Analisis Ekonomi Sosial

Analisis Sosial adalah suatu analisis evaluasi bagi proyek yang dilihat berdasarkan sudut pandang pemerintah sebagai penentu kebijakan. Analisis ini lebih fokus kepada kerugian maupun keuntungan yang dapt ditimbulkan oleh pembangunan proyek kepada masyarakat umum. Variable yang digunakan dalam analisis ini bersifat price dan unprice. Untuk variable yang bersifat unprice memerlukan pendektan analisis dengan pemakaian asumsi-asumsi yang logis untuk mendapatkan hasil yang akurat sehingga hasil analisisnya dapat reliable.

Benefit  = {B(P/F;12%;2)+ B(P/F;12%;3)+ B1 ( P/F ; 12% ; 4 )} + {B2(P/F;12%;2)+ B2(P/F;12%;3)+ B2 ( P/F ; 12% ; 4 )}  + B3 ( P/A;12%;16) + B4 (P/A; 12%; 16) + B5 (P/A;12%; 16) + B6 (P/A; 12%; 16)

= {2.789.088.000 (0,7972) + 2.789.088.000 (0,7118) + 2.789.088.000 (0,6335)} + {20.000.000.000 (0,7972) + 20.000.000.000 (0,7118) +20.000.000.000 (0,6335)} +5.093.424.000 (6,974) + 121.272.000 (6,974) + 10.800.000 (6,974) + 4.320.000.000(6,974)

= {5.975.621.040} + {42.850.000.000} + 845.750.928 + 75.319.200 + 30.127.680.000

= 79.874.371.168

Benefit  = Rp 79.874.371.168

Cost          = C1(P/F;12%;1) + C2(P/F;12%;1) + C3( (P/F;12%;1)+ {C4(P/F;12%;20) + C4 (P/F;12%;3) + C4 (P/F;12%;4)} + {C5(P/F;12%;20) + C5 (P/F;12%;3) + C5 (P/F;12%;4)} + {C6(P/F;12%;20) + C6 (P/F;12%;3) + C6 (P/F;12%;4)} + {C7(P/F;12%;20) + C7 (P/F;12%;3) + C7 (P/F;12%;4)} + {C8(P/F;12%;20) + C8 (P/F;12%;3) + C8 (P/F;12%;4)} + C9 (P/A;12%;16)

=7.800.000(0.8929) + 12.500.000 (0.8929) + 25.000.000 (0.8929) + {75.000.000 (0,7972) + 75.000.000 (0,7118) +75.000.000 (0,6335)} +  {100.000.000 (0,7972) + 100.000.000 (0,7118) +100.000.000 (0,6335)}+ {500.000.000 (0,7972) + 500.000.000 (0,7118) +500.000.000 (0,6335)}+ {75.000.000 (0,7972) + 75.000.000 (0,7118) +75.000.000 (0,6335)} + {20.250.000 (0,7972) + 20.250.000 (0,7118) +20.250.000 (0,6335)} + 75.000.000(6,974)

= 6.964.620 + 11.161.250 + 22.322.500 + 160.687.500 + 214.250.000 + 1.071.250.000 + 160.687.500 + 43.385.625  = 1.126.996.740

Cost  = Rp 1.126.996.740

Jadi, B/C Ratio = B/C = 79.874.371.168/1.126.996.740 = 70,87364882 (Layak)

Sedangkan, NPV  = B – C = 79.874.371.168 – 1.126.996.740 = Rp 78.747.374.427 (Layak)

Berdasarkan cash flow analisis ekonomi di atas, pemerintah mampu mengembalikan modal yang dikeluarkan adalah pada tahun ke 2. Pada tahun tersebut, Jajar Transriver sedang berada pada masa konstruksi yang juga bersamaan dengan masa promosi yang bertujuan untuk mencari investor bagi pembangunan Jajar Transriver. Dari hasil pendapatan investor diketahui bahwa pada tahun ke 2 telah mengalami payback periode, sehingga pendapatan sudah bisa menutup total pengeluarannya. Sehingga untuk tahun berikutnya, pendapatan yang diterima oleh pemerintah merupakan pendapatan bersih yang menjadi keuntungan dari proyek Jajar Transriver.

Analisis Finansial

Analisis ini adalah analisis yang digunakan untuk meyakinkan para calon investor untuk memaparkan cost dan benefit dari proyek yang akan dijalankan. Dalam penggambaran analisis ini harus sangat jelas dan detail sehingga calon investor mau menanamkan modal. Dalam analisis ini penting untuk memperhatikan kelayakan dari proyek yang akan dijalankan serta waktu kembali modal (payback period), karena semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan modal maka investor tidak akan tertarik. Analisis finansial pada proyek Jajar Transriver dipisahkan antara pemerintah maupun swasta, karena sesuai konsep kerjasama kedua pihak tersebut memiliki peran yang berbeda.

Analisis Finansial Price Value (PV) Cost Pemerintah

Analisis Finansial Price Value (PV) Benefit Pemerintah

–          NPV       = total benefit – total cost

= 52.748.352.000 – 46.005.993.795

= 6.742.358.205

–          BCR       = total benefit / total cost

= 52.748.352.000 / 46.005.993.795

= 1,146553908

Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa :

– NPV = Total Benefit  – Total Cost = 52.748.352.000 – 46.005.993.795= Rp 6.742.358.205

Berdasarkan hasil perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa nilai NPV yang dimiliki pemerintah bernilai lebih dari 1 ( >1 ). Hal ini menunjukkan bahwa proyek yang akan dikerjakan oleh pemerintah  layak untuk dijalankan karena akan mendapatkan keuntungan.

– BCR = Total Benefit / Total Cost = 52.748.352.000 – 46.005.993.795= 1,146553908

nilai sebesar 1,146553908 berati proyek Jajar Transriver layak dari sisi pemerintah karena sudah ≥ 1 sebagai persyaratan kelayakan suatu proyek.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa proyek Jajar Transriver layak untuk dijalankan. Selain itun proyek ini bukan hanya dijalankan dan bukan hanya menjadi tanggung jawab PEMDA tetapi juga tanggung jawab pemerintah pusat. Secara administratif, Sungai Jajar mengalir di 2 kabupaten yaitu Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan sehingga yang bertanggung jawab secara teknis mengenai sungai ini adalah Balai Besar Pemali Jratun. Selain itu, proyek ini tetap layak untuk dijalankan karena demi kesejahteraan warga dan kemajuan pariwisata di Kabupaten Demak dimana proyek ini juga didukung oleh RTRW Kabupaten Demak yang menyatakan bahwa Sungai Jajar dapat diperuntukan sebagai wilayah prasarana angkutan air, sarana kegiatan pariwisata, olah raga air, perikanan, pembangkit listrik tenaga air, penambangan bahan galian dan kegiatan budaya dan keagamaan.

Payback Period Pemerintah

Berdasarkan cash flow di atas, pemerintah mampu mengembalikan modal yang dikeluarkan adalah pada tahun ke 5. Pada tahun tersebut, Jajar Transriver sudah mulai beroperasi dan keuntungan pada tahun tersebut adalah Rp 1.717.000.000. Dengan keuntungan tersebut, pemerintah sudah bisa menutup total pengeluarannya. Sehingga untuk tahun berikutnya, pendapatan yang diterima oleh pemerintah merupakan pendapatan bersih yang menjadi keuntungan dari proyek Jajar Transriver.

Payback Period Swasta

Berdasarkan cash flow di atas, swasta mampu menutup modal yang dikeluarkan adalah pada tahun ke 18. Pada tahun tersebut, swasta sudah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 3.166.928.160. Sehingga payback period untuk swasta adalah pada tahun ke 18, hal itu dikarenakan sampai tahun ke 20, swasta harus menanggung biaya pengoperasian, perawatan dan lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s